Teknologi Widya Load Scanner siap mendukung industri hilir pertambangan

Sejak berlakunya undang-undang nomor 3 tahun 2020 tentang pertambangan mineral dan batubara, negara Indonesia diamanatkan untuk menghentikan ekspor bahan mentah. Berdasarkan undang-undang tersebut, pemerintah Indonesia kini mengintensifkan program hilirisasinya, yaitu mengubah produk tambang mentah menjadi produk lanjutan sehingga memiliki nilai tambah lebih.
Menyikapi program hilirisasi, industri pertambangan harus bertransformasi menjadi industri yang bisa mengolah bahan mentah. Selain itu, saat ini masih terdapat ketidakefisienan dalam proses pengukuran volume muatan hasil tambang yang masih menggunakan cara manual yaitu penggunaan meteran. Artinya, industri pertambangan membutuhkan teknologi dalam kegiatan operasionalnya yang dapat mendukung efektivitas dan efisiensi proses bisnisnya.
Saat menghitung hasil penambangan, batubara dihitung berdasarkan laporan muatan masing-masing truk distribusi. Sampai saat ini perhitungan produksi tambang masih dilakukan secara manual. Tentu saja, jika dilakukan secara manual, banyak masalah yang muncul. Mulai dari perhitungan yang panjang, ketelitian perhitungan yang rendah hingga manipulasi pencatatan data hasil jembatan timbang dapat menghambat proses produksi.
Untuk mengatasi hal tersebut, cara penghitungan dan pengawasan harus dilakukan dengan baik sehingga dapat menunjang produksi. Widya Robotics, perusahaan teknologi asal Yogyakarta, menawarkan solusi melalui kalkulator volume muatan truk yang inovatif, yaitu Widya Load Scanner. Dengan menggunakan teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging), alat ini dapat menghitung volume muatan kendaraan dengan cepat dan akurat.
Teknologi Widya Load Scanner siap mendukung industri hilir pertambangan. Tertarik dengan produk Widya Load Scanner, klik link berikut : https://widya.ai/load-scanner/