Over 10 years we help companies reach their financial and branding goals. Engitech is a values-driven technology agency dedicated.

Gallery

Contacts

411 University St, Seattle, USA

engitech@oceanthemes.net

+1 -800-456-478-23

Article

Penerapan Artificial Intelligence pada Bidang Kepegawaian

Artificial intelligence (AI) atau kecerdasaan buatan hadir untuk mempermudah segala aspek di berbagai bidang. Termasuk dalam bidang pengelolaan sumber daya manusia (SDM) pada dunia perkantoran atau yang lebih dikenal sebagai HR (Human Resources). Saat ini mulai banyak perusahaan yang memanfaatkan AI untuk membantu bisnis mereka. Penggunaan AI dinilai lebih efisien dan bisa meningkatkan produktivitas manajemen HR. 

Photo by Thirdman (pexels)

Namun, sebenarnya seperti apa penerapan artificial intelligence dalam bidang kepegawaian atau HR? Untuk tahu lebih jelasnya kamu bisa simak artikel dari Widya Robotics berikut ini. Dalam artikel ini dijelaskan contoh penerapan artificial intelligence pada HR. Yuk, langsung saja simak artikelnya sampai selesai!

Penyaringan CV atau Resume dengan Bantuan Kecerdasan Buatan 

Artificial intelligence bisa dimanfaatkan untuk penyaring CV atau resume calon karyawan. Hal itu dapat membantu HR mencari kandidat yang potensial dengan lebih efisien. Nah, salah satu contoh perangkat lunak berbasis AI untuk industri HR ini adalah Applicant Tracking System atau yang sering disebut dengan ATS.

Namun, untuk mempermudah transmisi ke sistem ATS, HR perlu memberikan pemahaman kepada pelamar agar format yang dibuat sesuai. Di samping itu, tim HR juga perlu memberikan pelatihan kepada anggotanya terkait pengguna ATS. Jika semua telah dilakukan, perusahaan bisa menghemat waktu dalam pencarian kandidatnya. Hal ini juga bisa menekan bujet pelamar karena proses rekrutmen dilakukan secara daring. 

Analisa Employee Engagement dengan Artifcial Intelligence

Kelebihan AI dalam bidang HR selanjutnya berkaitan dengan analisa employee engagement. Nantinya artificial intelligence bisa dimanfaatkan untuk memahami dan meningkatkan kepuasaan karyawan, keterlibatan, dan motivitasi selama bekerja. Berkat kecerdasaan buatan ini pula HR bisa mengumpulkan data melalui survei hingga interaksi di platform perusahaan. Selanjutnya, data yang diperoleh oleh kecerdasan buatan dianalisa untuk menemukan pola dan faktor yang memengaruhi employee engagement.

Nah, dari situlah HR bisa mengambil tindakan untuk meningkatkan employee engagement secara tepat dan terfokus. Akan lebih baik jika tindakan yang dilakukan juga terus dievaluasi dan analisa untuk mendapatkan data valid. Dengan demikian, tindakan dan keputusan selanjutnya bisa lebih tepat dan sesuai sehingga dapat meningkatkan employee engagement.

Sistem Payroll dengan Artificial Intelligence

Photo by Tima Miroshnichenko (pexels)

See also  Menggali Potensi Teknologi LiDAR untuk Efisiensi

Contoh penerapan artificial intelligence selanjutnya bisa kamu temukan dalam sistem penggajian atau payroll. Jika dulu penghitungan gaji dilakukan secara manual, kini terdapat software bernama HRIS atau Human Resource Information System yang dapat digunakan untuk mempermudah prosesnya. 

Alat counting ini umumnya terintegrasi dengan data presensi karyawan sehingga bisa jadi acuan untuk menghitung gaji. Selain itu, HRIS pun dapat dipakai untuk membuat laporan keuangan dan juga penerbitan slip gaji. Seluruh proses tersebut bisa dilakukan secara otomatis berkat kehadiran AI pada software ini. Tentunya sangat mempermudah, bukan?

Chatbot untuk Pengelola Perusahaan dengan Artifcial Intelligence

Uraian ini masih berkaitan dengan HRIS. Seperti disebutkan sebelumnya HRIS merupakan perangkat lunak berbasis artificial intelligence yang bisa membantu HR menyelesaikan tugasnya. Selain penghitungan gaji, HRIS bisa pula difungsikan sebagai chatbot pengelolaan perusahaan. 

Software ini memuat informasi karyawan dan bisa dijalankan dua arah. Dengan kata lain, karyawan bisa mengakses sendiri informasi-informasi terkait kepegawaiannya melalui perangkat lunak ini. Hal itu tentunya bisa mengurangi beban kerja HR dan karyawan pun mendapatkan apa yang dimaunya dengan lebih cepat dan mudah. Adapun hal-hal yang bisa dilakukan chatbot HRIS meliputi beberapa hal berikut:

  • Mengakses pemberitahuan terbaru dari HR atau manajemen perusahaan 
  • Mendapatkan jawaban terkait prosedur dan kebijakan HR 
  • Memperbarui informasi karyawan secara mandiri 
  • Mengakses slip gaji 
  • Meminta izin sakit maupun mengajukan cuti. 

Administrasi HR dengan Artificial Intelligence

Contoh penerapan artificial intelligence ini masih berkaitan dengan HRIS. Perangkat lunak ini punya sistem otomatisasi yang membantu meringankan tugas administrasi terkait kepegawaian, misalnya pengajuan cuti, gaji, dan presensi. Tak hanya itu, berkat software berbasis AI ini HR bisa juga dengan mudah mengelola data kontrak karyawan. Apalagi HRIS punya teknologi Neuro Linguistic Programming (NLP) yang mampu memindai hingga mengategorikan dokumen dengan lebih efisien.

See also  10 Penerapan AI di Pertambangan, Efek, dan Tantangannya

On Boarding Karyawan Baru

Onboarding karyawan jadi satu pekerjaan yang terbilang sulit. Kendati demikian, HR sebenarnya bisa menggunakan artificial intelligence untuk membantu menyusun onboarding karyawan baru. Dari data kandidat yang ada, AI bisa merancang pelatihan, pengenalan kepada tim, hingga penyediaan sumber daya yang dibutuhkan.

Tak hanya itu, AI juga bisa membantu HR menyusun presentasi yang disajikan ketika onboarding. Bahkan, kecerdasaan buatan bisa dimanfaatkan untuk menyimak proses onboarding guna mendapatkan notulensi yang bisa digunakan sebagai evaluasi kedepannya. 

Terlepas dari itu, HR sebetulnya juga bisa menyediakan Virtual Assistants (VA) berbasis AI yang bisa membantu karyawan baru. Nantinya, asisten virtual bisa membantu karyawan baru untuk memahami prosedur internal perusahaan hingga menjawab pertanyaan lain yang masih belum dipahaminya.

Manajemen Kinerja dengan Kecerdasan Buatan

Artificial intelligence juga kerap digunakan untuk memantau kinerja karyawan secara real-time. Inovasi AI ini bisa memantau, menganalisa data kinerja, memberi ulasan yang tepat dan sesuai, hingga memberi saran untuk meningkatkan kinerja karyawan. Berkat bantuan AI, umpan balik dan saran yang diberikan juga  lebih objektif karena berdasar pada data dan sistem yang berlaku.

Kelebihan AI juga tak berhenti di sana. Selain ulasan sebelumnya, kecerdasaan buatan dapat membantu merancang karier karyawan yang disesuaikan dengan kinerja, minat, dan kekuatannya. Hal itu tentunya bisa membantu HR dalam menganalisa pengembangan hingga potensi untuk promosi. 

Contoh penerapan artificial intelligence dalam bidang kepegawaian atau HR ini menjadi bukti bahwa teknologi yang dimanfaatkan dengan tepat justru bisa mempermudah pekerjaan. Kendati demikian, tetap dibutuhkan campur tangan manusia untuk kembali mengolah data yang dihasilkan AI sehingga bisa mendapatkan putusan yang sesuai berdasarkan data. Jadi, bagaimana menurutmu, apakah penerapan AI ini menarik?

See also  Teknologi Load Scanner: Masa Depan Pertambangan

Author

Tosa P