Memahami Face Recognition dan Teknologinya
Face recognition atau pendeteksi wajah kini jadi keamanan digital yang hampir ada pada setiap smartphone. Teknologi wajah berbasis AI ini bahkan juga mulai diterapkan pada pada kamera keamanan atau CCTV hingga boarding transportasi umum, misalnya pada KAI.
Photo by Alexander Baxevanis (flickr)
Pertanyaannya, sebetulnya apa itu face recognition? Untuk mengetahui jawaban lebih jelas mari simak ulasan dari Widya Robotics berikut ini. Dalam artikel ini dijelaskan pengertian, cara kerja, hingga teknologi yang digunakan biometrik ini. Simak artikelnya hingga selesai, ya.
Apa Itu Face Recognition?
Face recognition adalah teknologi biometrik untuk mengidentifikasi dan mengonfirmasi identitas berdasarkan karakteristik seseorang. Sistem pengenalan objek ini melakukan pemindaian data personal, lalu memasukkan pada database. Oleh karenanya, pendeteksi wajah ini kerap kali digunakan untuk meningkatkan keamanan digital. Apalagi face recognition dapat mengidentifikasi objek dalam suatu foto dan video secara real time.
Lebih lanjut, artificial intelligence atau AI berperan penting dalam face recognition. Berkat AI yang ada pada sistem ini, pengenalan objek bisa lebih akurat dan cepat sehingga autentikasi berjalan lancar. Saat ini, penerapannya bisa dibilang cukup berkembang. Jika sebelumnya hanya digunakan dalam bidang teknologi dan komunikasi, kini face recognition juga mulai dimanfaatkan pada bidang perbankan, kepegawaian, hingga sarana transportasi yang berkaitan dengan deteksi objek otomatis.
Cara Kerja
Photo by Delta News Hub (flickr)
Mengetahui pengertian face recognition rasanya kurang jika tidak memahami cara kerjanya. Walau terkesan sederhana, tetapi sebenarnya cara kerja face recognition cukup rumit. Untuk tahu lebih jauh mengenai sistem deteksi wajah secara real time ini simak uraian berikut.
- Deteksi Wajah dengan AI
Langkah kerja pertama yakni mengambil rekaman foto objek menggunakan kamera. Umumnya, user atau objek akan diminta menghadap ke kamera tersebut untuk dilakukan pemindaian guna mengenali karakteristik wajah. Di sisi lain, pastikan objek atau wajah masuk ke area yang diminta dan pencahayaan di sekitar memadai sehingga proses pengambil gambar bisa dilakukan dengan cepat.
- Analisa Objek dan Pengukuran Input
Setelah langkah pertama selesai, sistem akan melakukan analisa pada gambar atau foto itu. Nantinya, dari gambar tersebut akan diidentifikasi bagian-bagiannya guna mengetahui detail-detail dan keunikan dari wajah tersebut. Misalnya bentuk bibir, hidung mancung, jarak mata, hingga letak tahi lalat. Selanjutnya, sistem akan mendapatkan data template, lalu dengan algoritma yang ada diperoleh vektor karakter wajah yang kemudian digunakan sebagai pembanding. Vektor karakter wajah itu selanjutnya akan tersimpan dalam database sistem.
- Representasi Pengukuran Karakter Objek
Tahap selanjutnya yaitu melakukan perbandingan vektor wajah dari satu gambar dengan lainnya. Selanjutnya, akan dilakukan pengukuran oleh sistem hingga mendapatkan data numerik. Data yang ada lalu dianalisis untuk selanjutnya diterjemahkan menjadi kode unik. Setelah itu, sistem akan melakukan penilaian kecocokan wajah dari data yang diperoleh sebelumnya untuk bisa lanjut pada tahap berikutnya.
- Pencocokan Data dengan Database pada Sistem
Setelah proses representasi selesai, hasil yang didapat akan disimpan dalam database sistem. Database tersebut sebetulnya juga berasal dari pengguna atau user yang sudah dianalisa sebelumnya. Untuk mendapatkan hasil yang sesuai, data yang ada kemudian akan dianalisa dan dicocokkan oleh sistem. Hal ini dapat menentukan kecocokan antara data yang diinput dengan database.
- Proses Verifikasi Perbandingan Data
Tahap selanjutnya bisa dibilang singkat. Setelah diketahui kecocokan data dengan database, selanjutnya sistem akan memberikan hasil sesuai template yang ada. Proses verifikasi diperlukan guna memastikan data yang dimasukkan sesuai. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga keamanan sistem maupun akun user.
Teknologi yang Digunakan
Menurut laman Innovatrics, dasar dari face recognition adalah kecerdasan buatan atau AI yang canggih serta visi komputer integral dengan pemrosesan gambar tingkat tinggi. Selain itu, analisa biometrik juga jadi hal penting yang turut berperan dalam terwujudnya face recognition akurat. Terkait cara kerjanya sendiri sebenarnya tergantung pada teknologi yang digunakan. Nah, berikut ini Widya Robotics coba jabarkan beberapa teknologi yang digunakan pada face recognition:
- Artificial Intelligence (AI)
AI bisa dibilang sebagai teknologi penting yang berperan penting dalam mewujudkan adanya sistem. Algoritma AI ini digunakan untuk mendeteksi biometrik wajah hingga mencermati detail tertentu termasuk pada bagian alis, mulut, lubang hidung, hingga iris.
- Computer Vision
Computer vision digunakan untuk mendapatkan pemahaman tingkat tinggi yang suatu gambar maupun video digital. Teknologi ini dapat mengekstraksi, analisa, hingga melakukan pemahaman informasi dari satu maupun serangkaian gambar dan objek.
- Biometric Analysis
Face recognition tidak bisa lepas dari analisa biometrik. Sistem ini berguna untuk menganalisa statistik data biologis di mana ada didalamnya berarti adalah karakter dan fitur unik wajah atau objek.
- Human Identification at a Distance (HID)
Human Identification at a Distance (HID) digunakan untuk mengidentifikasi wajah yang terekam dalam sistem keamanan, misalnya CCTV. Namun, jika mulanya gambar yang didapat buram atau blur, berkat HID kini bisa didapatkan gambar yang lebih jernih. Hal itu karena HID pada algoritma face recognition dikembangkan bersamaan dengan peningkatan resolusi gambar.
- Sensor 3D
Sensor 3D pada face recognition digunakan untuk mengidentifikasi bentuk dan kontur wajah. Teknologi ini dapat membuat kualitas gambar yang dihasilkan tidak berkurang meskipun pengguna berfoto atau objek berada di pencahayaan yang minim.
- Kamera Thermal
Kamera thermal tergolong teknologi baru dalam face recognition. Teknologi ini dapat membantu menyensor wajah tanpa mencantumkan aksesori maupun make up ke dalam fitur wajah yang tersimpan di dalam database. Di luar itu, kamera thermal juga bisa menangkap gambar dengan baik dalam pencahayaan minim. Sayangnya, database yang dapat dipakai untuk menyimpan data objek dari kamera ini masih sangat terbatas.
Demikian penjelasan mengenai pengertian face recognition, cara kerja, hingga teknologi yang digunakan. Setelah membaca uraiannya, apakah kamu makin paham dengan teknologi ini?