Manfaat Kecerdasan Buatan (AI) di Industri Konstruksi

Halo sobat Intelligent! Kali ini minRo akan bahas tentang Manfaat Kecerdasan Buatan (AI) di Industri Konstruksi. Yuk mari simak dibawah ini!
Kecerdasan Buatan (AI) dalam industri konstruksi memiliki potensial untuk membantu manusia dalam mewujudkan proyek konstruksinya seperti mendesain, penawaran dan pembiayaan, pengadaan, manajemen aset dan operasi, dan transformasi model bisnis. Kecerdasan Buatan (AI) dalam Industri dapat membantu secara keseluruhan untuk mengatasi tantangan terbesar, termasuk masalah keselamatan kerja, kekurangan tenaga kerja (SDM), serta biaya dan jadwal kerja yang berlebihan.
Apa itu Kecerdasan Buatan dan Machine Learning di dalam dunia konstruksi?
Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah istilah ketika sebuah mesin atau robot meniru fungsi kognitif manusia seperti pemecahan masalah, pengenalan pola, dan pembelajaran. Machine Learning merupakan bagian dari AI. Machine Learning adalah bidang dari AI yang menggunakan teknik statistik untuk memberi komputer kemampuan untuk belajar dari data. Sebuah mesin menjadi lebih baik dalam memahami dan memberikan gambaran jika terekspos banyak data. Program Machine Learning dapat melacak dan mengevaluasi kemajuan dalam rencana penilaian untuk mengidentifikasi resiko lebih awal.
Kecerdasan Buatan (AI) dan Machine Learning untuk Smart Construction
Potensi dari penggunaan AI dan Machine Learning dalam konstruksi sangat luas. Machine Learning itu seperti asisten cerdas yang dapat meneliti data yang sangat banyak. AI kemudian memberitahukan kepada manajer proyek tentang hal-hal penting yang membutuhkan perhatian mereka. Beberapa pengaplikasian sudah menggunakan AI dengan cara ini.
Manfaat dari penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dalam dunia konstruksi
- Mencegah biaya yang berlebih (Over budget)

Sebagian besar proyek besar cenderung mengarah ke biaya yang berlebih atau over budget dari yang sudah direncanakan meskipun sudah merekrut tim manajemen proyek terbaik. Artificial Neural Network atau Jaringan Syaraf Tiruan digunakan pada proyek untuk memprediksi pembengkakan biaya berdasarkan faktor-faktor seperti ukuran proyek, jenis kontrak, dan tingkat kompetensi manajer proyek. Data historis seperti tanggal mulai dan akhir yang direncanakan akan digunakan oleh model prediktif untuk menggambarkan garis waktu yang realistis untuk proyek yang akan datang. AI membantu para staf mengakses materi training dari jauh yang dapat membantu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dengan cepat. Hal ini dapat mengurangi waktu yang diperlukan untuk memasukan sumber daya baru ke dalam proyek, sehingga proyek dapat dilakukan dengan cepat.
- Kecerdasan Buatan (AI) untuk desain bangunan yang lebih baik

Building Information Modeling (BIM) merupakan suatu sistem atau teknologi yang mencakup beberapa Informasi penting dalam proses Design, Construction, Maintenance yang terintegrasi pada pemodelan 3D. BIM berfungsi untuk memberikan gambaran kepada arsitektur, teknisi dan operator konstruksi agar dapat merencanakan, merancang, membangun, dan mengelola bangunan serta infrastruktur secara efisien.
Industri konstruksi menggunakan Machine Learning dalam bentuk AI-powered generative design untuk mengidentifikasi dan mengurangi bentrokan antara model yang berbeda dari tim yang berbeda-beda untuk mencegah rework. Terdapat software yang menggunakan algoritma Machine Learning untuk mengeksplorasi semua variabel solusi dan menghasilkan desain alternatif. Setelah pengguna menyiapkan persyaratan dalam modeling. Generative Design Software akan membuat model 3D yang dioptimalkan untuk batasan, belajar dari setiap iterasi hingga menghasilkan model yang ideal.
- Pencegahan Resiko

Setiap proyek konstruksi memiliki beberapa risiko yang berbentuk seperti risiko keselamatan, kualitas, waktu, dan biaya. Semakin besar proyek yang dijalankan maka semakin besar resikonya. Karena beberapa sub-kontraktor yang bekerja secara paralel di lokasi kerja. Saat ini ada solusi dari AI dan Machine Learning yang digunakan kontraktor umum untuk memantau dan memprioritaskan pencegahan risiko di lokasi kerja. Sehingga tim proyek dapat memfokuskan waktu dan sumber daya mereka dengan lebih baik. AI digunakan untuk menetapkan prioritas masalah secara otomatis. Subkontraktor dinilai berdasarkan skor risiko sehingga manajer konstruksi dapat bekerja sama dengan tim untuk mengurangi resiko.
- Membuat lokasi kerja lebih produktif
Terdapat beberapa perusahaan yang mulai menawarkan mesin konstruksi otomatis yang berguna untuk melakukan pekerjaan repetitif seperti pemasangan batu bata, penuangan semen, pengelasan dan lainnya dengan lebih efisien. Penggalian yang dilakukan oleh buldoser otomatis atau semi-otomatis dapat menyiapkan lokasi kerja dengan bantuan programmer manusia dengan spesifikasi yang tepat. Sehingga sumber daya manusia bisa dikurangi dan dialihkan ke sektor konstruksi yang lebih membutuhkan serta dapat mengurangi keseluruhan waktu pengerjaan proyek. Manajer proyek juga dapat mengawasi pekerjaan di lokasi kerja secara real time. Mereka menggunakan kamera dan teknologi lainnya untuk mengenali wajah dan menilai produktivitas pekerja apakah sudah sesuai dengan prosedur atau tidak.
- Meningkatkan keselamatan kerja

Pekerja konstruksi memiliki tingkat resiko kematian lebih tinggi dibandingkan dengan lini pekerjaan lainnya. Menurut OSHA, penyebab utama kematian di sektor industri konstruksi adalah jatuh, tertusuk benda, tersengat listrik, dan terjepit. Startup di Indonesia PT Widya Robotics mengembangkan 2 produk teknologi terintegrasi AI untuk meningkatkan keamanan bekerja di industri konstruksi. Yang pertama adalah Intelligent Gate, teknologi ini berfungsi untuk memindai karyawan apakah sudah memakai peralatan safety sesuai dengan regulasi atau belum. Jika sudah baru diizinkan masuk. Yang kedua adalah Vision Intelligence QSHE, teknologi ini berfungsi untuk mengawasi Quality, Safety, Health, and Environment (QSHE) di tempat kerja. Teknologi ini dapat mengenali dan mendeteksi Alat Pelindung Diri (APD) seorang pekerja seperti helm dan rompi menggunakan AI yang terintegrasi pada kamera.
- Mengatasi kekurangan tenaga kerja
Kekurangan tenaga kerja dan keinginan untuk meningkatkan tingkat produktivitas yang rendah memaksa perusahaan konstruksi untuk berinvestasi dalam AI dan Data Science. Laporan McKinsey pada tahun 2017 mengatakan bahwa perusahaan konstruksi dapat meningkatkan produktivitasnya sebanyak 50 persen melalui analisis data secara realtime. Perusahaan konstruksi mulai menggunakan AI dan Machine Learning untuk merencanakan distribusi tenaga kerja dan mesin dengan lebih baik di seluruh pekerjaan.
Sebuah robot AI yang dapat melakukan scanning dan mengevaluasi pekerjaan dan lokasi pekerja serta peralatan memungkinkan manajer proyek untuk langsung mengetahui lokasi kerja mana yang memiliki pekerja dan peralatan yang cukup untuk menyelesaikan proyek sesuai jadwal dan mana yang mungkin mengalami keterlambatan karena kekurangan tenaga kerja atau peralatan sehingga bisa langsung diatasi.
Masa depan AI di Industri Konstruksi
Robot, AI, dan Internet of Things (IOT) dapat mengurangi biaya membangun bangunan hingga 20 persen. Manajer proyek atau kontraktor dapat menggunakan virtual reality dan mengirim robot mini ke tempat konstruksi. Robot-robot ini menggunakan kamera sehingga manajer proyek atau kontraktor dapat mengawasi proses berjalannya proyek. AI digunakan untuk merencanakan rute listrik dan pengelolaan air di bangunan modern. Perusahaan-perusahaan mulai menggunakan AI untuk mengembangkan sistem keselamatan di tempat kerja. AI digunakan untuk mengawasi interaksi pekerja, mesin, dan objek kemudian melaporkan kepada supervisor terkait potensi masalah keselamatan, kesalahan konstruksi, dan masalah produktivitas ditempat kerja.
Terlepas dari prediksi hilangnya lapangan pekerjaan karena AI, AI tidak mungkin menggantikan tenaga kerja manusia secara langsung. Namun justru AI akan mengubah model bisnis di industri konstruksi, mengurangi pembengkakan biaya, meningkatkan keselamatan kerja, dan membuat pengerjaan proyek menjadi lebih efisien.

Widya Robotics memberikan solusi kepada Industri Konstruksi dalam manajemen material menggunakan Widya Load Scanner. Widya Load Scanner ini nantinya digunakan untuk menghitung volume muatan truk yang jauh lebih cepat dan akurat dibandingkan penghitungan manual. Yuk kepoin tentang Widya Load Scanner disini.
Sumber :