Over 10 years we help companies reach their financial and branding goals. Engitech is a values-driven technology agency dedicated.

Gallery

Contacts

411 University St, Seattle, USA

engitech@oceanthemes.net

+1 -800-456-478-23

Article
Penerapan Computer Vision dalam Bidang Otomotif

Contoh Penerapan Computer Vision dalam Bidang Otomotif 

Computer vision atau visi komputer makin banyak diterapkan dalam industri otomotif. Hal tersebut membawa perubahan signifikan terhadap cara kendaraan beroperasi. Apalagi inovasi AI vision ini memungkinkan mobil untuk “melihat” dan mengidentifikasi objek di sekitarnya, baik dari kendaraan lain ataupun rambu lalu lintas. Salah satu contoh penerapannya yakni kehadiran kendaraan otonom dengan sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS). Teknologi tersebut memanfaatkan pemroses data visual secara real-time sehingga kendaraan dapat merespons situasi di jalan dengan cepat dan akurat. 

Photo by Matt Weissinger (pexels)

Menariknya, teknologi tersebut tidak hanya ada pada kendaraan otonom. Saat ini, masih banyak pula hal lain dalam dunia otomotif yang mulai menerapkan dan memanfaatkan computer vision. Tertarik untuk mengetahui lebih dalam mengenai contoh penerapan computer vision dalam bidang otomotif? Baca ulasan dari Widya Robotics berikut untuk tahu contoh penerapan lainnya, ya. 

Peran Penting Computer Vision dalam Otomotif

Teknologi computer vision telah membawa inovasi menarik dalam dunia otomotif. Berkat hadirnya teknologi kendaraan dapat mendeteksi objek, rambu lalu lintas, hingga merespons situasi berbahaya dengan cepat dan akurat. Dalam penerapannya, computer vision tidak hanya berperan dalam meningkatkan keamanan berkendara, tetapi juga mendukung fitur-fitur kenyamanan yang memudahkan pengemudi. Berikut ini adalah beberapa peran penting computer vision dalam dunia otomotif.

Meningkatkan Keamanan Berkendara

Computer vision memungkinkan kendaraan memproses informasi visual secara langsung hingga mengenali objek di jalan seperti pejalan kaki, kendaraan lain, maupun rambu lalu lintas. Teknologi ini membantu sistem keselamatan kendaraan, termasuk pada pengereman otomatis dan peringatan tabrakan. Hal itu tentunya membuat AI vision untuk keamanan ini mampu merespon bahaya dengan lebih cepat sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan secara signifikan.

See also  Mengatasi Risiko Kesehatan Pekerja Tambang akibat Polusi Udara

Mendukung Fitur Kenyamanan Kendaraan 

Selain keamanan, computer vision juga berperan dalam meningkatkan kenyamanan pengemudi. Teknologi ini dapat digunakan dalam fitur kendaraan, misalnya parkir otomatis, yang membantu pengemudi memarkir kendaraan di ruang sempit tanpa kesulitan. Selain itu, fitur adaptive cruise control pada kendaraan juga memanfaatkan computer vision untuk menyesuaikan kecepatan kendaraan secara otomatis sesuai dengan arus lalu lintas. Hal itu tentunya bisa membuat pengalaman berkendara jadi lebih nyaman dan efisien.

Contoh Penerapan Computer Vision dalam Bidang Otomotif

Photo by Vladimir Srajber (pexels)

Dalam industri otomotif, computer vision telah digunakan untuk mendukung berbagai fitur pada kendaraan. Tujuannya,  untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan saat berkendara. Namun, sebetulnya seperti apa penerapan computer vision dalam bidang otomotif? Sebagai gambaran, berikut penjelasan ringkasnya menurut laman Research AI Multiple.

Autonomous Driving

Mobil otonom adalah salah satu contoh penerapan teknologi AI untuk industri otomotif yang paling dikenal. Teknologi kecerdasaan buatan ini memungkinkan deteksi objek otomatis karena kendaraan dilengkapi kamera canggih dan sistem computer vision yang bekerja untuk mengenali jalan, objek, pejalan kaki, serta kendaraan lain. Berkat kehadiran teknologi tersebut, kendaraan mampu mengarahkan pergerakannya secara mandiri dan akurat. 

Nah, Tesla menjadi salah satu produsen kendaraan otonom terkemuka dengan kapabilitas self-driving tepercaya. Namun, di luar itu, sebetulnya ada pula truk swakemudi yang juga menyempatkan teknologi ini guna produktivitas, efisiensi, dan keselamatan pengguna.

Sayangnya, meski tergolong sebagai teknologi yang membantu, biaya masih jadi tantangan dan kendala terwujudkan sistem  self-driving ini. Penggunaan kamera dan sensor yang mahal membuat proses produksi dan pemasangannya menjadi lebih kompleks. Kendati demikian, Toyota baru-baru ini memperkenalkan sistem self-driving dengan kamera yang lebih terjangkau, tetapi memiliki kualitas sebanding dengan teknologi yang digunakan oleh Tesla.

See also  Cara Kerja Drone Mapping di Tambang, Gampangnya Gini!

Accident Prevention

Teknologi computer vision pada kendaraan self-driving mampu mencegah tabrakan melalui sistem pengereman otomatis. Ketika pengemudi gagal menghentikan kendaraan, kamera cerdas dengan AI dapat mendeteksi pejalan kaki, kendaraan lain, dan objek di sekitarnya dengan akurat. Hal tersebut memungkinkan kendaraan melakukan pengeraman sehingga bisa mengurangi potensi kecelakaan. 

Lebih lanjut, teknologi ini mulai diterapkan di banyak negara, termasuk Amerika Serikat, beberapa negara di Eropa, Australia, hingga Jepang. Bahkan beberapa negara telah mewajibkan pabrik kendaraan untuk menyematkan fitur ini. Hingga kini, beberapa pabrikan otomotif terus berupaya meningkatkan akurasi sistem pengereman otomatis ini sekaligus menekan biayanya demi terus mengikuti perkembangan pasar.

Driving Behaviour Analysis

Kamera kendaraan yang dilengkapi computer vision dapat digunakan untuk memantau perilaku pengemudi. Ketika sistem mendeteksi adanya hal tidak biasa, kamera tersebut akan mengidentifikasi gangguan pada pengemudi, termasuk tanda-tanda kelelahan serta penggunaan ponsel selama berkendara. 

Tak hanya itu, inovasi AI vision ini juga mampu mengenali momen ketika pengemudi tidak sengaja tertidur atau tingkat berkedipnya rendah. Dua hal tersebut jadi tanda bahwa pengemudi sedang kurang waspada. Dengan demikian, sistem bisa memberikan peringatan kepada pengemudi atau jika perlu, kendaraan bisa berhenti secara otomatis sehingga mengurangi risiko kecelakaan.

Assembly Automation

Contoh penerapan computer vision dalam bidang otomotif tidak hanya tersemat pada fitur kendaraan. Namun, juga pabrik pembuatannya. Saat ini, sebagian besar mobil diproduksi secara massal di pabrik yang bekerja secara otomatis dengan memanfaatkan teknologi ini maupun AI untuk industri lainnya.

Pemanfaatan tersebut termasuk pada proses perakitan berulang yang kini dilakukan oleh robot untuk meminimalkan kesalahan manusia. Kendati demikian, penggunaan teknologi juga masih perlu diperhatikan dan butuh bantuan manusia untuk melakukan pengecekan berulang. Hal itu dilakukan guna memastikan kendaraan aman dan nyaman digunakan saat berkendara. 

See also  Peran AI Pada Media Sosial

Quality Control

Quality control merupakan salah satu implementasi computer vision terpenting dalam bidang otomotif. Pada jalur perakitan, kamera dengan AI ini mampu mengukur komponen kendaraan guna mendeteksi cacat pengelasan yang tidak bisa dilihat mata manusia. Selain itu, teknologi AI ini juga mampu mengenali ukuran ban dan memastikan kecocokannya dengan model mobil yang tepat. 

Lebih dari itu, computer vision bisa memastikan pemasangan komponen seperti baterai, modul pendingin, dan saklar listrik pada kendaraan apakah sudah sesuai atau belum. Kecerdasaan buatan ini juga digunakan untuk mengidentifikasi anomali pada hasil pengecatan sehingga kualitas kendaraan tetap terjaga dan terkurasi dengan baik sebelum betul-betul dipasarkan. Itulah contoh penerapan teknologi ini dalam bidang otomotif yang menarik untuk diulik. Teknologi ini akan terus berkembang mengingat fungsi dan kegunaannya. Jadi, sudah siap menantikan gebrakan teknologi computer vision lainnya?

Author

Tosa P