Over 10 years we help companies reach their financial and branding goals. Engitech is a values-driven technology agency dedicated.

Gallery

Contacts

411 University St, Seattle, USA

engitech@oceanthemes.net

+1 -800-456-478-23

Article News
Cara Mengurangi Kehilangan Material Proyek Hingga 30%

Cara Mengurangi Kehilangan Material Proyek Hingga 30%

Menurut data dari PMC PubMed Central, kehilangan material proyek bisa mencapai 6-10% dari total material yang dibeli, yang berkontribusi pada pembengkakan biaya hingga miliaran dolar secara global setiap tahun. 

Cara mengurangi kehilangan material proyek menjadi solusi krusial bagi manajer keuangan dan manajer proyek untuk menjaga efisiensi anggaran dan kelancaran operasional.

Mengapa Kehilangan Material Proyek Menjadi Masalah Serius?

Kehilangan material proyek bukan hanya isu operasional, tetapi juga ancaman serius terhadap keberlanjutan bisnis konstruksi. Dalam konteks industri yang semakin kompetitif, pemahaman mendalam tentang dampaknya membantu pemimpin proyek dalam mengambil keputusan strategis.

Fakta menarik dikutip dari autodesk.com, ternyata banyak perusahaan konstruksi kehilangan hingga 30% data awal selama fase desain dan konstruksi, yang secara tidak langsung memperburuk kehilangan material karena kurangnya visibilitas.

Dampak Finansial pada Anggaran Proyek

Dari constructiondive.com dikatakan jika dampak finansial dari kehilangan material proyek sangat signifikan, di mana bad data saja bisa menyebabkan kerugian global hingga $1.8 triliun pada tahun 2020, termasuk 14% rework yang berbiaya $88 miliar. 

Bagi manajer keuangan, ini berarti pembengkakan anggaran yang tidak terduga, sering kali mencapai 5-10% dari total biaya proyek akibat penggantian material yang hilang atau rusak.

Selain itu, kehilangan ini memengaruhi arus kas perusahaan, karena investasi ulang pada material baru mengurangi margin keuntungan. 

Efek Terhadap Waktu dan Produktivitas

Efek terhadap waktu proyek sering kali diremehkan, namun kehilangan material bisa menyebabkan penundaan hingga 9 dari 10 perusahaan mengalami delay pada 2021, sebagian karena kekurangan material. 

Manajer proyek harus menghadapi downtime yang mengurangi produktivitas tim, di mana waktu kerja produktif hanya mencapai 49% sementara 17% terbuang sia-sia.

Produktivitas menurun juga berdampak pada moral tim, karena pencarian material pengganti memakan waktu yang seharusnya dialokasikan untuk tugas inti. 

See also  Kehilangan Material Akibat Kesalahan Ukur: Mitos Atau Fakta?

Risiko Kualitas Bangunan yang Menurun

Risiko kualitas bangunan menurun ketika material hilang, karena penggantian sering kali menggunakan alternatif yang kurang optimal, yang dapat mengurangi umur pakai struktur hingga 20-30%. Ini meningkatkan biaya pemeliharaan jangka panjang dan potensi klaim garansi.

Selain itu, kehilangan material memaksa kompromi pada standar keselamatan, di mana material rusak atau hilang bisa menyebabkan cacat struktural. Data menunjukkan bahwa 28% waste berasal dari konstruksi beton, yang langsung memengaruhi integritas bangunan.

Penyebab Utama Kehilangan Material Proyek

Penyebab utama kehilangan material proyek sering kali berakar pada praktik operasional yang kurang optimal. Memahami faktor-faktor ini adalah langkah pertama menuju pencegahan yang efektif.

Berikut adalah daftar penyebab utama berdasarkan studi industri:

  • Penyimpanan tidak aman: 31.9% waste dari handling material.
  • Kurang pengawasan: Desain changes dan poor management.
  • Kesalahan estimasi: Over-ordering.
  • Pencurian: Kerusakan selama transport.
  • Faktor cuaca: Kerusakan alamiah.

Penyimpanan yang Tidak Aman dan Tidak Tertata

Penyimpanan yang tidak aman sering menjadi penyebab utama, di mana material rusak karena paparan elemen luar atau tata letak yang buruk. 

Kurangnya organisasi penyimpanan juga menyebabkan kehilangan melalui degradasi, seperti korosi pada logam atau pembusukan pada kayu, yang bisa dicegah dengan sistem racking yang tepat.

Kurangnya Pengawasan dan Kontrol Lapangan

Dikutip dari jurnal jksee.ir.kr disebutkan, kurangnya pengawasan lapangan memungkinkan kesalahan manusia, seperti penanganan yang salah, yang menyumbang 31.9% waste. Manajemen situs yang lemah memperburuk ini, terutama di proyek besar.

Kontol lapangan yang tidak ketat juga menyebabkan penggunaan material berlebih, di mana pekerja tidak memantau penggunaan secara real-time.

Kesalahan dalam Estimasi dan Perhitungan Material

Kesalahan estimasi sering kali karena over-ordering, yang menjadi penyebab umum waste. Ini bisa mencapai 6-10% dari material dibeli.

See also  Integrasi Excel dan CSV Otomatis untuk Pengelolaan Data

Perhitungan material yang tidak akurat juga dipengaruhi oleh perubahan desain, yang menurut Reddit users termasuk damage selama transport.

Pencurian dan Penyalahgunaan Material

Pencurian adalah penyebab signifikan, terutama di situs terbuka, di mana kurangnya keamanan memungkinkan akses tidak sah. Di Sri Lanka, design changes dan lack of attention to detail menjadi faktor.

Penyalahgunaan oleh pekerja, seperti penggunaan pribadi, juga berkontribusi, sering kali karena kurangnya akuntabilitas.

Faktor Cuaca dan Kerusakan Alamiah

Faktor cuaca menyebabkan kerusakan alamiah, seperti hujan yang merusak semen atau angin yang merusak material ringan. Ini sering diremehkan tapi signifikan di iklim tropis.

Kerusakan selama transport juga termasuk, di mana 43 dari 50 negara mengalami kekurangan semen karena supply chain issues.

Cara Mengurangi Kehilangan Material Proyek Secara Manual

Cara mengurangi kehilangan material proyek secara manual tetap relevan untuk proyek skala kecil, meskipun memerlukan disiplin tinggi. Ini melibatkan perencanaan dan pelatihan yang ketat.

Tabel perbandingan metode manual:

MetodeManfaatTantangan
Perencanaan AkuratKurangi over-order 20%Butuh waktu
Pencatatan TransparanTingkatkan akuntabilitasManual error
PelatihanKurangi misuseBiaya training
Pengawasan KetatCegah pencurianTenaga ekstra

Perencanaan Material yang Lebih Akurat

Perencanaan akurat dimulai dengan estimasi detail, mengurangi over-ordering yang menjadi penyebab utama waste. Gunakan software sederhana untuk kalkulasi.

Ini juga melibatkan koordinasi dengan supplier untuk just-in-time delivery, mengurangi penyimpanan lama.

Sistem Pencatatan dan Monitoring yang Transparan

Sistem pencatatan manual seperti logbook membantu tracking, meskipun rentan error. Transparansi memastikan setiap penggunaan dicatat.

Monitoring rutin, seperti audit mingguan, bisa mengurangi loss hingga 10-15% melalui deteksi dini.

Pelatihan Pekerja untuk Disiplin Material

Pelatihan fokus pada disiplin, mengajarkan handling yang benar untuk kurangi waste dari operation mistakes.

See also  Face Match in Crowd: Kecerdasan Buatan untuk Pengawasan

Program ini juga tingkatkan kesadaran akan biaya, mengurangi penyalahgunaan.

Pengawasan Ketat di Area Proyek

Pengawasan ketat melibatkan patroli dan CCTV sederhana, cegah pencurian. Ini efektif di situs besar.

Koordinasi tim juga pastikan kontrol lapangan, kurangi kesalahan manusia.

Solusi Modern untuk Mengurangi Kehilangan Material Proyek

Solusi modern memanfaatkan teknologi untuk efisiensi lebih tinggi. AI dan IoT bisa kurangi waste hingga 30%.

Berikut keuntungan yang diperoleh:

  • Tracking real-time.
  • Prediksi kebutuhan.
  • Integrasi data.
  • Reduksi error manusia.

Pemanfaatan Teknologi AI dan IoT untuk Tracking

AI dan IoT track material dengan sensor, kurangi loss melalui monitoring lokasi. IoT cegah theft dengan GPS.

Ini juga prediksi waste, optimasi inventory.

Sistem Otomatisasi Logistik Material

Otomatisasi logistik gunakan RFID untuk tracking otomatis, kurangi manual error. Just-in-time delivery kurangi storage waste.

Integrasi dengan supply chain tingkatkan efisiensi.

Alat Digital Seperti Widya Load Scanner untuk Mengukur Volume Material

Widya Load Scanner gunakan LiDAR untuk ukur volume akurat hingga 99%, kurangi error 3%. Ini cepat, <1 menit.

Efektif untuk material bulk seperti sirtu.

Integrasi dengan ERP/Software Manajemen Proyek

Integrasi ERP berikan data real-time, kurangi over-ordering 20%.

Software ini dukung decision-making berbasis data.

Kesimpulan

Secara manual, cara mengurangi kehilangan material proyek melibatkan perencanaan akurat, pencatatan transparan, pelatihan, dan pengawasan ketat, yang efektif tapi terbatas skalanya. 

Sedangkan solusi modern seperti AI, IoT, Widya Load Scanner, dan integrasi ERP menawarkan reduksi drastis hingga 30%, dengan tracking real-time dan prediksi akurat.

Untuk efisiensi proyek optimal, adopsi solusi berbasis teknologi sekarang juga. Hubungi Widya Robotics di widya.ai untuk konsultasi gratis dan mulai kurangi kehilangan material Anda hari ini!

Takeaways

  • Kehilangan material bisa capai 6–10% dari total pembelian.
  • Dampaknya: biaya bengkak, proyek molor, kualitas turun.
  • Penyebab utama: penyimpanan, pengawasan, estimasi, pencurian, cuaca.
  • Cara manual: perencanaan, pencatatan, pelatihan, pengawasan.
  • Solusi modern: AI, IoT, RFID, Widya Load Scanner.

Author

Hana Wahyu