Over 10 years we help companies reach their financial and branding goals. Engitech is a values-driven technology agency dedicated.

Gallery

Contacts

411 University St, Seattle, USA

engitech@oceanthemes.net

+1 -800-456-478-23

Article

Artificial Intelligence untuk Proses Belajar Mengajar

Artificial intelligence (AI) saat ini telah menjadi alat yang bermanfaat pada dunia pendidikan, termasuk dalam menyusun materi pembelajaran. Beberapa tools AI mampu mengolah data dengan cepat dan akurat sehingga membantu guru merancang materi pembelajaran yang tepat sasaran. Kelebihan AI yang mampu mengadaptasi materi sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa, tentunya membuat proses belajar lebih personal dan efektif.

Photo by Max Fischer (pexels)

Nah, di bawah ini terdapat beberapa aplikasi artificial intelligence yang bisa digunakan guru untuk menyusun materi. Tools AI ini punya fungsi masing-masing sehingga bisa digunakan bersamaan untuk menciptakan materi yang padu dan tepat. Apa saja tools AI untuk menyusun materi pembelajaran tersebut? Berikut beberapa rekomendasinya untukmu. Simak lebih lanjut terkait hal ini di Widya Robotics.

ChatGPT 

Kehadiran ChatGPT dari OpenAI mempermudah pekerjaan guru dalam pembuatan materi pembelajaran. Guru dapat menghasilkan konten pembelajaran, soal latihan, hingga penjelasan konsep hanya dengan menuliskan prompt singkat pada AI tersebut. Hal itu tentunya memungkinkan penyusunan materi menjadi lebih cepat dan relevan dengan kebutuhan siswa.

Tak cuma itu, ChatGPT juga dapat membantu merancang aktivitas belajar yang interaktif, seperti kuis atau simulasi percakapan untuk siswa. Dengan kemampuannya dalam memberikan penjelasan ulang dan variasi soal, guru bisa fokus pada pengajaran kreatif, sedangkan tugas rutin dalam pembuatan materi bisa dilakukan oleh ChatGPT.

Gradescope

Aplikasi AI untuk industri pendidikan lainnya yang bermanfaat bagi guru adalah Gradescope. Artificial intelligence ini dirancang untuk mempermudah penilaian tugas maupun ujian serta dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran, baik bidang sains dan teknologi (saintek) ataupun sosial dan humaniora (soshum), melansir laman Tempo.

Dengan teknologi AI, Gradescope mampu mengenali tulisan tangan dan memberikan penilaian otomatis sehingga meminimalkan kesalahan guru saat mengoreksi. Fitur canggih Gradescope ini tidak hanya mempercepat proses penilaian, tetapi juga memberikan feedback yang akurat untuk siswa. Guru pun dapat lebih fokus pada pengembangan materi pembelajaran dan interaksi langsung dengan siswa karena beban administratif seperti koreksi ujian menjadi lebih ringan. 

See also  Peran AI dalam Meningkatkan Efisiensi Transformasi Konstruksi

Sway

Sway adalah aplikasi presentasi interaktif dari Microsoft yang dirancang untuk membantu guru dalam membuat materi pembelajaran yang menarik. Dengan fitur drag-and-drop sederhana, guru dapat menggabungkan teks, gambar, video, dan konten multimedia lainnya ke dalam satu presentasi yang dinamis. 

Aplikasi artificial intelligence ini memungkinkan pembuatan materi yang responsif sehingga dapat diakses dengan baik di berbagai perangkat, termasuk laptop, tablet, dan smartphone. Tools AI ini tentunya sangat berguna bagi guru yang ingin menyajikan materi pembelajaran secara visual untuk mendukung pembelajaran yang lebih engaging bagi siswa.

Crello 

Photo by Tranmautritam (pexels)

Aplikasi artificial intelligence lainnya yang juga bisa digunakan untuk membantu pembelajaran adalah Crello. Aplikasi ini merupakan platform desain grafis mirip Canva yang bisa dimanfaatkan untuk membuat materi ajar menjadi lebih menarik, seperti slide presentasi dan video edukasi interaktif. Dengan fitur AI yang canggih, Crello memungkinkan pengguna untuk menambahkan elemen visual yang dinamis, termasuk animasi bergerak, sehingga materi pembelajaran terlihat ‘lebih hidup’ dan menarik bagi siswa.

Pada versi gratisnya, Crello menyediakan berbagai template desain yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengajaran. Jika perlu fitur tambahan, guru dapat berlangganan versi premium untuk akses lebih luas. Fitur-fitur ini mempermudah guru dalam menciptakan materi edukatif yang kreatif dan profesional sehingga meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Lumen5 

Lumen5 adalah tools berbasis kecerdasaan buatan yang memungkinkan guru mengubah teks menjadi video secara otomatis. Dengan demikian, guru dapat membuat materi pembelajaran lebih interaktif. 

Untuk menggunakan, guru cukup menyalin dan menempelkan artikel, naskah, atau catatan, lalu Lumen5 secara otomatis akan mengonversinya menjadi video. Adapun video yang dihasilkan bisa berupa animasi maupun slide gambar yang dilengkapi dengan musik musik. 

See also  AI Menjadi Ancaman Kesenjangan Sosial

Quizlet

Untuk guru dan dosen yang ingin membuat kuis interaktif berbasis AI bisa coba menggunakan Quizlet. Sesuai namanya, aplikasi ini dirancang untuk memudahkan pembuatan kuis online yang dapat diakses oleh siswa dan guru. Setelah kuis dibuat, siswa dapat masuk ke ruang kuis dan menjawab pertanyaan sesuai instruksi. Hasil pengisian akan muncul dalam hitungan detik, lho.

Aplikasi berbasis kecerdasan buatan ini bisa digunakan untuk menyusun ulangan harian maupun evaluasi rutin. Selain itu, bisa pula digunakan untuk memberikan tugas saat guru berhalangan hadir. Nah, untuk jenis mata pelajarannya cukup bervariasi, mulai dari matematika hingga fisika, semua tersedia. 

Google Classroom 

Google Classroom merupakan salah satu aplikasi berbasis artificial intelligence yang banyak digunakan di Indonesia. Aplikasi ini mulai populer pada masa  pandemi Covid-19 karena dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh. Dikembangkan oleh Google, aplikasi ini memungkinkan pendidik untuk menciptakan ruang kelas online yang interaktif.

Dengan Google Classroom, siswa dapat mengakses materi pembelajaran dan berkomunikasi langsung dengan guru. Selain itu, aplikasi ini juga dapat digunakan untuk memberikan tugas, membuat soal ujian dan slide presentasi, hingga membagikan pengumuman penting. Google Classroom juga memiliki fitur yang terintegrasi dengan berbagai alat Google lainnya, seperti Google Drive dan Google Docs. Dengan begitu, kolaborasi dan penyimpanan materinya pun semakin mudah.

Scribe Sense 

Selanjutnya, aplikasi Scribe Sense dirancang untuk membantu guru memeriksa tugas karya tulis siswa. Dengan teknologi artificial intelligence, aplikasi ini mempercepat pengecekan jawaban sehingga guru bisa dengan cepat mengetahui mana yang benar dan salah.

Scribe Sense juga mendeteksi kesalahan ketik dan kesalahan lainnya, memungkinkan hasil pemeriksaan akurat. Menariknya, guru pun bisa memberikan ulasan langsung dengan meninggalkan komentar pada dokumen tugas siswa. 

See also  Cara Meningkatkan Kapasitas dan Keamanan Jalan

Sayangnya, aplikasi ini berbayar. Namun, pengguna baru dapat mencoba akun trial beberapa hari sebelum memutuskan untuk berlangganan, ya.

Mindmeister 

Mindmeister adalah aplikasi mind mapping yang menggunakan teknologi artificial intelligence pada fitur-fiturnya. Menariknya, aplikasi ini memungkinkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa, misalnya dalam penelitian dan penulisan publikasi ilmiah. 

Aplikasi ini sebetulnya tersedia secara gratis. Namun, jika kamu memerlukan fitur tambahan, dapat berlangganan akun premium dengan opsi langganan bulanan atau tahunan. 

Itulah beberapa aplikasi artificial intelligence yang bisa digunakan untuk membantu proses belajar mengajar. Dari beberapa aplikasi di atas, adakah yang sering atau pernah kamu gunakan?

Author

Tosa P