44 Istilah di Pertambangan, Ada Apa Saja?
Industri pertambangan memiliki banyak istilah khusus yang sering digunakan sehari-hari oleh para pekerja lapangan maupun profesional di bidang ini.
Jika Anda baru terjun ke dunia pertambangan atau sekadar ingin tahu lebih banyak, yuk, kenali istilah-istilah penting berikut ini!
Istilah-Istilah di Pertambangan
1. Pit
Pit adalah lubang besar yang menjadi lokasi utama penggalian tambang terbuka.
2. Open-Pit Mining
Metode penambangan terbuka yang dilakukan dengan cara menggali tanah hingga membentuk lubang besar.
3. Interburden (IB)
Lapisan material yang berada di antara dua lapisan mineral atau batu bara.
4. Overburden (OB)
Lapisan tanah atau batuan yang harus dikupas untuk mengakses bahan tambang.
5. Stope
Ruangan besar di tambang bawah tanah yang sudah diambil mineralnya.
6. Underground Mining
Metode penambangan yang dilakukan di bawah permukaan tanah dengan menggali terowongan.
7. Country Rock
Batuan yang mengelilingi deposit mineral atau batu bara.
8. Tailings
Limbah hasil pengolahan bahan tambang yang sudah dipisahkan dari mineral berharga.
9. Ore
Batuan atau material yang mengandung mineral berharga untuk diekstraksi.
10. Idle
Istilah untuk alat tambang yang sedang tidak digunakan atau tidak beroperasi.
11. Smelting
Proses peleburan material tambang untuk mendapatkan logam murni.
12. Fleet
Kumpulan alat berat yang digunakan dalam kegiatan penambangan.
13. Delay
Gangguan atau penundaan aktivitas tambang karena berbagai faktor, seperti cuaca atau kerusakan alat.
14. Disposal
Proses pembuangan material yang tidak digunakan dalam tambang.
15. Mining Waste Disposal Site
Area pembuangan limbah tambang yang sering disebut juga mining waste dump.
16. Cycle Time
Waktu yang dibutuhkan alat tambang untuk menyelesaikan satu siklus kerja, seperti mengangkut material.
17. Culvert
Saluran air bawah tanah untuk mengalirkan air hujan di area tambang.
18. Chute
Saluran miring yang digunakan untuk memindahkan material tambang secara gravitasi.
19. Bedrock
Lapisan batuan keras di bawah lapisan tanah yang lebih lunak.
20. Waste
Material yang tidak memiliki nilai ekonomis dalam penambangan.
21. Exploration
Proses mencari cadangan mineral atau batu bara di suatu lokasi.
22. Prospecting
Tahap awal eksplorasi untuk mengidentifikasi potensi tambang.
23. End Wall
Dinding akhir di ujung tambang terbuka.
24. High Wall
Dinding tinggi yang terbentuk dari penggalian tambang terbuka.
25. Low Wall
Dinding pendek di sisi berlawanan dari high wall.
26. Bund Wall
Tanggul buatan di sekitar tambang untuk menahan material atau air.
27. Free Face
Permukaan tambang yang bebas dari hambatan dan mudah digali.
28. Grade
Kadar atau persentase mineral berharga dalam bahan tambang.
29. AMD (Acid Mine Drainage)
Air asam tambang yang terbentuk dari reaksi kimia antara mineral sulfida dan udara.
30. Backfill
Proses mengisi kembali area tambang dengan material sisa untuk rehabilitasi.
31. Coal Inventory
Jumlah stok batu bara yang tersedia di lokasi tambang atau tempat penyimpanan.
32. Contour
Garis yang menunjukkan ketinggian suatu area pada peta tambang.
33. Coal Expose
Batu bara yang sudah terlihat setelah lapisan tanah di atasnya dikupas.
34. Bench
Level atau undakan dalam tambang terbuka yang digunakan sebagai jalur kerja.
35. Cross Fall
Kemiringan jalan tambang ke samping untuk mengalirkan air hujan.
36. Match Factor
Keselarasan antara alat muat dan alat angkut dalam tambang.
37. Top Soil
Lapisan tanah paling atas yang biasanya dipindahkan terlebih dahulu dalam tambang.
38. ROM (Run of Mine)
Material mentah yang baru saja ditambang sebelum diproses lebih lanjut.
39. Slope
Kemiringan lereng di area tambang.
40. Overall Slope
Rata-rata kemiringan lereng di seluruh area tambang.
41. Sight Distance
Jarak pandang yang aman untuk kendaraan atau alat berat di area tambang.
42. Rip Rap
Material batu besar yang digunakan untuk mencegah erosi di area tambang.
43. Road Maintenance
Perawatan jalan tambang agar tetap aman dan layak digunakan.
44. BCM (Bank Cubic Meter)
Satuan volume material tambang sebelum dikupas atau diolah.
Teknologi Pengukuran Akurat untuk Industri Pertambangan
Setelah mengenal istilah-istilah di atas, Anda tentu tahu betapa pentingnya keakuratan dalam proses pengukuran di tambang.
Untuk memastikan pengukuran muatan yang presisi, gunakan Widya Load Scanner.
Teknologi ini mampu menghitung volume muatan dengan akurasi hingga 99%, membantu meningkatkan efisiensi operasional tambang Anda.
Cocok untuk segala jenis material, dari OB hingga ROM, solusi ini mendukung produktivitas sambil mengurangi kesalahan manusia.
Tertarik mencoba? kunjungi https://widya.ai/ dan konsultasikan dengan kami untuk mendapatkan penawaran menarik!