Aspal Plastik: Proses, Jenis Plastik, Kelebihan dan Kekurangan
Aspal plastik belum cukup populer di kalangan masyarakat. Padahal aspal ini bisa menjadi salah satu langkah jitu untuk mengurangi limbah plastik khususnya di Indonesia.
Agar kamu lebih tahu tentang aspal plastik baik dari prosesnya, manfaat, jenis plastik yang digunakan, hingga kelebihan dan kekurangannya, yuk baca sampai habis artikel berikut!
Apa Sebenarnya Aspal Plastik Itu?
Aspal plastik adalah gabungan aspal yang mengandung plastik berupa cacahan kantong plastik. Pencampuran tersebut membentuk campuran aspal yang tahan terhadap tekanan.
Jenis Plastik yang Digunakan
Jenis plastik yang digunakan pada campuran aspal yaitu:
1. Low Density Polyethylene (LDPE)
LDPE ini bisa dikatakan cukup istimewa. Kenapa? karena jenis plastik ini terbuat dari minyak bumi.
Selain asal bahannya yang istimewa, LDPE mempunyai titik leleh yang rendah sehingga mudah saat dicampurkan dengan aspal panas.
2. High Density Polyethylene (HDPE)
HDPE merupakan plastik yang cukup populer. Jika kamu sering menggunakan kantong plastik saat berbelanja itu adalah salah satu contoh plastik HDPE.
3. Poliuretan (PU)
Plastik ini salah satu plastik yang selalu ada karena tersedia dalam berbagai bentuk. Kerennya PU bisa disesuaikan menjadi fleksibel atau kaku.
Penggunaan plastik PU yang fleksibel misalnya ada busa lunak untuk pelapis furnitur, pembuatan kasur, bantal, dan kursi otomotif. PU kaku digunakan untuk isolasi termal dan dasbor mobil.
Sedangkan PU padat biasa digunakan sebagai bagian dari bezel dan struktural instrumen elektronik.
4. Polyethylene Terephthalate (PET)
PET merupakan plastik termoplastik yang masih bagian dari kelompok polimer poliester. PET banyak ditemui di kehidupan sehari-hari seperti pada botol produk rumah tangga, bak, toples, nampan untuk makanan, dan kemasan minuman.
Proses Daur Ulang Sampah Plastik
Di balik inovasinya yang keren, aspal dari plastik ini ternyata membutuhkan proses pengolahan yang cukup panjang. Apa saja prosesnya? mari kita lihat di bawah ini.
- Sampah plastik yang akan digunakan sebagai campuran disortir, dibersihkan, dan dicacah.
- Agregat dipanaskan hingga suhunya mencapai 170 derajat celcius.
- Agregat yang sudah panas dicampurkan dengan sampah plastik yang sudah dipilah, dibersihkan, dan dicacah. Pencampuran agregat dengan agregat panas akan menghasilkan polymer coated agregat.
- Polymer coated agregat digabungkan dengan aspal panas pada suhu 160 derajat celcius. Proses ini menghasilkan campuran aspal plastik yang siap digunakan di lokasi.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan
- Mengurangi limbah plastik
- Tahan terhadap air
- Tahan terhadap beban berat
- Tahan terhadap deformasi
- Jejak roda kendaraan tidak terlalu membekas saat aspal basah dilewati kendaraan
- Tingkat perkerasan jalan lebih baik dari aspal konvensional
- Retak yang lebih baik dari aspal biasa
- Perawatan yang minim
Kekurangan
- Biaya pengolahan sampah yang besar karena proses pengolahan limbah plastik yang panjang.
- Kerusakan jalan dapat menyebabkan plastik terpecah menjadi partikel-partikel mikroplastik yang kemudian masuk ke dalam ekosistem sehingga menjadi polusi mikroplastik.
Dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya, aspal plastik bisa menjadi solusi inovatif untuk mendukung infrastruktur berkelanjutan.
Tentunya agar penerapannya lebih maksimal, dibutuhkan proses pemantauan dan evaluasi kondisi jalan yang canggih.
Di sinilah teknologi seperti road detection dari Widya Robotics bisa menjadi andalan. Dengan teknologi ini, monitoring kondisi jalan bisa dilakukan secara real-time dan presisi, membantu pemerintah dan perusahaan konstruksi memastikan kualitas infrastruktur tetap optimal.
Jadi, tidak hanya soal jenis plastik dan prosesnya, dukungan teknologi dalam proses pemeliharaan pun tak kalah penting untuk keawetan aspal ini.
Kunjungi https://widya.ai/ untuk mengetahui produk lebih lanjut!
Baca Juga: Pemanfaatan Artificial Intelligence Sebagai Solusi Atasi Kemacetan