Over 10 years we help companies reach their financial and branding goals. Engitech is a values-driven technology agency dedicated.

Gallery

Contacts

411 University St, Seattle, USA

engitech@oceanthemes.net

+1 -800-456-478-23

Article
Pengertian Fungsi Jenis Proses Pembuatan Aspal

Aspal: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Proses Pembuatannya

Jika mendengar kata aspal, tentunya kamu langsung terbayang jalan raya yang berwarna hitam bukan?

Tapi tahukah kamu bahwa aspal yang sering kita lihat tidak hanya berasal dari satu jenis aspal saja.

Untuk itu mari kita cari tahu lebih lanjut mengenai jenis, fungsi, dan proses pembuatan aspal. Scroll sampai habis, ya!

Jadi Apa Itu Aspal?

Bitumen atau yang lebih dikenal dengan aspal adalah bahan yang memiliki sifat melekat yang berasal dari unsur dalam jenis hidrokarbon seperti oksigen, sulfur, dan klor.

Fungsi bitumen adalah sebagai perekat antar agregat sehingga bisa membentuk beton bitumen. Beton bitumen digunakan sebagai penyusun utama perkerasan jalan.

Proses Pembuatan Aspal

Proses dalam membuat bitumen terdiri dari beberapa tahap, meliputi:

1. Penyulingan Minyak Bumi

Minyak bumi terpilih melewati penyulingan dengan suhu 350 derajat Celcius di bawah tekanan atmosfer.

Penyulingan ini memisahkan partikel ringan seperti minyak gas, bensin, dan minyak tanah. 

2. Pengolahan Aspal

Untuk mendapatkan kualitas yang baik, bitumen harus dipanaskan atau diproses secara kimia.

3. Pencampuran Agregat

Bitumen dicampur dengan berbagai agregat seperti pasir, batu pecah, dan kerikil.

4. Pengaspalan Jalan

Apabila campuran bitumen sudah siap, maka bisa digunakan dengan cara dipadatkan menjadi lapisan jalan yang kokoh

Fungsi Aspal

Bitumen tidak hanya digunakan sebagai jalan saja, lho! Ini dia fungsi lainnya:

  • Bahan pelapis jalan
  • Bahan pengikat agregat
  • Pengikat batu-batuan agar tidak lepas dari permukaan jalan
  • Bahan pengisi ruang kosong yang ada di antara struktur agregat halus, kasar, dan folder.

Jenis-Jenis Aspal

Melansir dari dinaspupr.bandaacehkota.go.id, umumnya bitumen terbagi menjadi dua jenis, yaitu bitumen alam dan bitumen buatan.

1. Aspal Alam

Partikel bitumen alam didapatkan dari proses yang alami, baik dari gunung bitumen ataupun dari danau.

  • Aspal Batu
See also  Inilah Hal yang Bisa dilakukan AI

Aspal batu sering dikenal juga dengan sebutan aspal gunung. Sumber daya alam bitumen terbesar di Indonesia ada di Pulau Buton.

Pulau Buton memiliki gunung aspal yang biasa disebut asbuton. Kandungan bitumen pada batuan bitumen sekitar 12% hingga 35% dari massa keseluruhan.

Bitumen dari batuan harus melewati proses ekstraksi yang nantinya dicampur dengan minyak pelunak.

  • Aspal Danau

Sesuai namanya, Bitumen danau didapatkan dari danau. Pulau Trinidad adalah daerah penghasil bitumen terbesar.

Untuk mengambil bitumen danau, harus melalui proses penyulingan terlebih dahulu. Manfaat bitumen danau adalah sebagai bahan pembuatan bitumen semen.

2. Aspal Buatan

Bitumen buatan adalah hasil destilasi yaitu proses penyulingan minyak mentah. Penyulingan adalah pemisahan berbagai macam bagian kecil dari minyak mentah tersebut.

Proses pembuatan bitumen biasanya dilakukan di industri yang khusus memproduksi bitumen. Ada tiga jenis bitumen yang biasanya digunakan di Indonesia, yaitu:

  • Aspal Cair

Bitumen cair adalah jenis bitumen yang bentuknya cair. Jenis ini dibagi menjadi tiga, meliputi bitumen cair cepat mantap yang bahan pelarutnya cepat menguap, bitumen cair mantap sedang, yang pelarutnya tidak terlalu cepat menguap, dan bitumen cair lambat mantap yang bahan pelarutnya lambat menguap dengan bahan pelarut dari solar.

  • Aspal Keras

Bitumen keras memiliki tingkat kekerasan yang tinggi. Berasal dari proses distilasi sederhana dari pecahan ringan yang terkandung dalam minyak bumi.

Bitumen keras yang merupakan hasil residu didapatkan dari destilasi hampa dengan suhu 480 derajat Celcius dan bisa bervariasi tergantung pada sumber minyak mentah yang digunakan.

Bitumen keras umumnya digunakan sebagai campuran hotmix perkerasan jalan.

  • Aspal Emulsi

Emulsi merupakan campuran stabil dari air, asphalt, emulsifier, dan bahan tambahan lainnya.

See also  Aspal: Bahan Pokok Perkerasan Jalan

Dalam proses pembuatannya, emulsi menyertakan pencampuran bitumen dengan air dan emulsifier memakai energi mekanik sehingga menghasilkan dispersi yang stabil.

Fungsi Emulsifier adalah menjaga kestabilan campuran antara bitumen dengan air sehingga bisa menghasilkan material yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan konstruksi jalan.

Selain bitumen alam dan bitumen buatan, ada satu lagi jenis bitumen di Indonesia yaitu bitumen modifikasi.

3. Aspal Modifikasi

Tahukah kamu bahwa bitumen bisa dimodifikasi?  yap, ini dia bitumen modifikasi yang digunakan untuk modifikasi bahan bitumen dengan menggabungkan bitumen keras dengan bahan tambahan.

Bahan campuran tambahan yang sering dipakai adalah polimer hadala yang biasa disebut bitumen polymer. Bitumen polimer dibagi menjadi dua jenis, meliputi:

  • Aspal Polymer Elastomer

Polymer Elastomer biasanya digunakan untuk campuran bitumen keras karena bisa memperbaiki sifat reologi bitumen yang terdiri dari kekentalan, elastisitas, penetrasi, dan titik lembek bitumen keras.

Polymer Elastomer yang biasa digunakan sebagai pencampur penambah bitumen keras adalah jenis karet hadala, SIS (Styrene isoprene styrene), SBR (Styrene butadiene rubber), dan SBS (Styrene butadiene styrene).

Tapi sebelum digunakan, penambahan tersebut harus melalui uji laboratorium agar tidak menimbulkan efek negatif pada bitumen.

  • Aspal Polymer Plastomer

Bitumen akan mudah dibentuk apabila ditambahkan bahan polymer. Polymer Plastomer yang populer digunakan adalah Polypropylene, Polyethylene, dan EVA (Ethylene vinyl acetate).

Itulah pengertian, jenis-jenis, fungsi dan proses pembuatan bitumen. Bagi kamu yang ingin mencoba bisnis ini, kamu bisa menggunakan teknologi pengukuran muatan otomatis dari Widya Robotics.

Produk Load Scanner dari Widya Robotics bisa menghemat biaya operasional dan memberikan hasil secara real-time. Selain itu keakuratan Widya Load Scanner mencapai 99,23% dengan waktu pemindaian kurang dari 1 menit.

See also  AI keuntungan Atau Ancaman

Kunjungi https://widya.ai/ untuk mengetahui produk lebih lanjut!  

Baca Juga:  Load Scanner vs Timbangan Konvensional, Mana yang Lebih Oke?

Author

Tosa P