Aspal: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Proses Pembuatannya
Jika mendengar kata aspal, tentunya kamu langsung terbayang jalan raya yang berwarna hitam bukan?
Tapi tahukah kamu bahwa aspal yang sering kita lihat tidak hanya berasal dari satu jenis aspal saja.
Untuk itu mari kita cari tahu lebih lanjut mengenai jenis, fungsi, dan proses pembuatan aspal. Scroll sampai habis, ya!
Jadi Apa Itu Aspal?
Bitumen atau yang lebih dikenal dengan aspal adalah bahan yang memiliki sifat melekat yang berasal dari unsur dalam jenis hidrokarbon seperti oksigen, sulfur, dan klor.
Fungsi bitumen adalah sebagai perekat antar agregat sehingga bisa membentuk beton bitumen. Beton bitumen digunakan sebagai penyusun utama perkerasan jalan.
Proses Pembuatan Aspal
Proses dalam membuat bitumen terdiri dari beberapa tahap, meliputi:
1. Penyulingan Minyak Bumi
Minyak bumi terpilih melewati penyulingan dengan suhu 350 derajat Celcius di bawah tekanan atmosfer.
Penyulingan ini memisahkan partikel ringan seperti minyak gas, bensin, dan minyak tanah.
2. Pengolahan Aspal
Untuk mendapatkan kualitas yang baik, bitumen harus dipanaskan atau diproses secara kimia.
3. Pencampuran Agregat
Bitumen dicampur dengan berbagai agregat seperti pasir, batu pecah, dan kerikil.
4. Pengaspalan Jalan
Apabila campuran bitumen sudah siap, maka bisa digunakan dengan cara dipadatkan menjadi lapisan jalan yang kokoh
Fungsi Aspal
Bitumen tidak hanya digunakan sebagai jalan saja, lho! Ini dia fungsi lainnya:
- Bahan pelapis jalan
- Bahan pengikat agregat
- Pengikat batu-batuan agar tidak lepas dari permukaan jalan
- Bahan pengisi ruang kosong yang ada di antara struktur agregat halus, kasar, dan folder.
Jenis-Jenis Aspal
Melansir dari dinaspupr.bandaacehkota.go.id, umumnya bitumen terbagi menjadi dua jenis, yaitu bitumen alam dan bitumen buatan.
1. Aspal Alam
Partikel bitumen alam didapatkan dari proses yang alami, baik dari gunung bitumen ataupun dari danau.
- Aspal Batu
Aspal batu sering dikenal juga dengan sebutan aspal gunung. Sumber daya alam bitumen terbesar di Indonesia ada di Pulau Buton.
Pulau Buton memiliki gunung aspal yang biasa disebut asbuton. Kandungan bitumen pada batuan bitumen sekitar 12% hingga 35% dari massa keseluruhan.
Bitumen dari batuan harus melewati proses ekstraksi yang nantinya dicampur dengan minyak pelunak.
- Aspal Danau
Sesuai namanya, Bitumen danau didapatkan dari danau. Pulau Trinidad adalah daerah penghasil bitumen terbesar.
Untuk mengambil bitumen danau, harus melalui proses penyulingan terlebih dahulu. Manfaat bitumen danau adalah sebagai bahan pembuatan bitumen semen.
2. Aspal Buatan
Bitumen buatan adalah hasil destilasi yaitu proses penyulingan minyak mentah. Penyulingan adalah pemisahan berbagai macam bagian kecil dari minyak mentah tersebut.
Proses pembuatan bitumen biasanya dilakukan di industri yang khusus memproduksi bitumen. Ada tiga jenis bitumen yang biasanya digunakan di Indonesia, yaitu:
- Aspal Cair
Bitumen cair adalah jenis bitumen yang bentuknya cair. Jenis ini dibagi menjadi tiga, meliputi bitumen cair cepat mantap yang bahan pelarutnya cepat menguap, bitumen cair mantap sedang, yang pelarutnya tidak terlalu cepat menguap, dan bitumen cair lambat mantap yang bahan pelarutnya lambat menguap dengan bahan pelarut dari solar.
- Aspal Keras
Bitumen keras memiliki tingkat kekerasan yang tinggi. Berasal dari proses distilasi sederhana dari pecahan ringan yang terkandung dalam minyak bumi.
Bitumen keras yang merupakan hasil residu didapatkan dari destilasi hampa dengan suhu 480 derajat Celcius dan bisa bervariasi tergantung pada sumber minyak mentah yang digunakan.
Bitumen keras umumnya digunakan sebagai campuran hotmix perkerasan jalan.
- Aspal Emulsi
Emulsi merupakan campuran stabil dari air, asphalt, emulsifier, dan bahan tambahan lainnya.
Dalam proses pembuatannya, emulsi menyertakan pencampuran bitumen dengan air dan emulsifier memakai energi mekanik sehingga menghasilkan dispersi yang stabil.
Fungsi Emulsifier adalah menjaga kestabilan campuran antara bitumen dengan air sehingga bisa menghasilkan material yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan konstruksi jalan.
Selain bitumen alam dan bitumen buatan, ada satu lagi jenis bitumen di Indonesia yaitu bitumen modifikasi.
3. Aspal Modifikasi
Tahukah kamu bahwa bitumen bisa dimodifikasi? yap, ini dia bitumen modifikasi yang digunakan untuk modifikasi bahan bitumen dengan menggabungkan bitumen keras dengan bahan tambahan.
Bahan campuran tambahan yang sering dipakai adalah polimer hadala yang biasa disebut bitumen polymer. Bitumen polimer dibagi menjadi dua jenis, meliputi:
- Aspal Polymer Elastomer
Polymer Elastomer biasanya digunakan untuk campuran bitumen keras karena bisa memperbaiki sifat reologi bitumen yang terdiri dari kekentalan, elastisitas, penetrasi, dan titik lembek bitumen keras.
Polymer Elastomer yang biasa digunakan sebagai pencampur penambah bitumen keras adalah jenis karet hadala, SIS (Styrene isoprene styrene), SBR (Styrene butadiene rubber), dan SBS (Styrene butadiene styrene).
Tapi sebelum digunakan, penambahan tersebut harus melalui uji laboratorium agar tidak menimbulkan efek negatif pada bitumen.
- Aspal Polymer Plastomer
Bitumen akan mudah dibentuk apabila ditambahkan bahan polymer. Polymer Plastomer yang populer digunakan adalah Polypropylene, Polyethylene, dan EVA (Ethylene vinyl acetate).
Itulah pengertian, jenis-jenis, fungsi dan proses pembuatan bitumen. Bagi kamu yang ingin mencoba bisnis ini, kamu bisa menggunakan teknologi pengukuran muatan otomatis dari Widya Robotics.
Produk Load Scanner dari Widya Robotics bisa menghemat biaya operasional dan memberikan hasil secara real-time. Selain itu keakuratan Widya Load Scanner mencapai 99,23% dengan waktu pemindaian kurang dari 1 menit.
Kunjungi https://widya.ai/ untuk mengetahui produk lebih lanjut!
Baca Juga: Load Scanner vs Timbangan Konvensional, Mana yang Lebih Oke?