9 Strategi Mengembangkan Bisnis F&B di Tengah Persaingan Ketat
Persaingan di bisnis F&B memang nggak main-main. Tapi, dengan strategi yang tepat, bisnis Anda tetap bisa berkembang dan jadi yang terdepan. Mau tahu apa saja tips jitunya? Scroll sampai habis, ya!
Pengertian Bisnis F&B
Kalau kita lihat dari asal katanya, bisnis F&B atau Food and Beverage sebenarnya merujuk pada usaha di bidang makanan dan minuman dengan berbagai skala.
Sering juga disebut bisnis kuliner, jenis usaha ini tidak hanya soal jualan makanan atau minuman, tapi juga soal memberikan pengalaman unik untuk para pelanggan.
Semua usaha yang berhubungan dengan makanan dan minuman mulai dari restoran cepat saji, kafe dan coffee shop, hingga snack atau jajanan kekinian, masuk ke dalam kategori bisnis F&B.
Menariknya, bisnis F&B jadi favorit banyak orang. Selain fleksibel karena bisa dimulai dari skala kecil hingga besar, potensi keuntungan yang ditawarkan juga sangat menggiurkan.
Jenis Bisnis F&B
Industri F&B secara umum terbagi jadi dua jenis layanan utama, yaitu on-premise dan Off-premise. Untuk layanan On-premise, makanan dan minuman disajikan langsung di lokasi usaha. Contohnya, coffee shop atau restoran yang menawarkan suasana nyaman buat pelanggan menikmati hidangan di tempat.
Sementara itu, layanan Off-premise lebih fokus pada pengiriman makanan, seperti bisnis catering, di mana pesanan disiapkan dan dikirim sesuai kebutuhan pelanggan.
1. Layanan On-Premise
On-premise adalah layanan di mana pelanggan menikmati makanan atau minuman langsung di tempat usaha. Fokusnya adalah menciptakan pengalaman yang nyaman dan berkesan bagi pelanggan.
Bentuk layanan On-premise biasanya staf melayani dari awal hingga akhir ke setiap meja pelanggan. Contoh layanan On-premise, yaitu restoran, cafe dan coffee shop, bar dan lounge, fine dining, buffet.
2. Layanan Off-Premise
Berbeda dengan layanan On-premise, layanan Off-premise lebih fokus pada pengiriman makanan, seperti bisnis catering, di mana pesanan disiapkan dan dikirim sesuai kebutuhan pelanggan.
Strategi Mengembangkan Bisnis F&B
1. Melakukan Riset Pasar dan Menganalisis Kompetitor
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah riset pasar. Sebelum memulai bisnis, Anda harus paham terlebih dahulu siapa yang bakal jadi target utama Anda. Target pasar ini jadi dasar penting untuk menyusun strategi penjualan yang efektif nantinya.
Sebagai contoh, jika target pasar Anda adalah mahasiswa, pastikan produk yang Anda tawarkan sesuai dengan selera dan gaya hidup mereka. Jajanan kekinian atau masakan rumahan yang simpel dan lezat bisa jadi pilihan yang pas. Jangan lupa juga, harga produknya harus ramah kantong supaya mereka tetap tertarik untuk membeli.
2. Mengembangkan Konsep dan Menu
Bisnis F&B memang punya peluang besar yang bikin banyak orang tergoda untuk terjun ke dunia kuliner. Tapi, jangan salah, persaingannya juga nggak main-main. Dengan lebih dari 11 ribu usaha kuliner di Indonesia, Anda harus bersaing memperebutkan pasar yang sama dengan ribuan pelaku bisnis lainnya.
Lalu, gimana caranya agar bisnis Anda tetap stand out di tengah persaingan sengit ini? Kuncinya ada adalah inovasi, baik itu dengan menghadirkan produk unik yang bikin pelanggan penasaran, atau menyediakan fasilitas keren yang bikin operasional bisnis jadi lebih efisien, langkah ini bisa jadi pembeda yang membuat bisnis Anda lebih menonjol.
3. Memilih Lokasi yang Strategis
Lokasi yang strategis itu krusial, apalagi jika bisnis Anda di bidang kuliner atau FnB. Terlebih jika Anda ingin membuka restoran atau kafe dengan skala menengah ke atas. Cari tempat yang gampang dijangkau oleh pelanggan, ya!
Beberapa hal yang perlu dipikirkan saat memilih lokasi kuliner adalah aksesibilitas, kemudahan parkir, ukuran tempat, dan tentunya fasilitas bangunan seperti toilet dan dapur yang cukup luas. Jangan lupa juga perhatikan lingkungan sekitar, apakah rame atau sepi, dan siapa saja pesaing di sekitar situ.
4. Mencari Supplier Terbaik untuk Menjaga Kualitas Produk
Menemukan supplier yang bisa diandalkan dengan bahan baku berkualitas itu memang tidak mudah. Anda bisa mulai dengan bertanya kepada teman bisnis atau rekan yang sudah berpengalaman, mereka biasanya punya rekomendasi supplier yang oke.
Selain itu, coba datang ke pameran industri makanan atau gabung di komunitas kuliner. Di sana, Anda bisa cari informasi tentang supplier terpercaya dan kualitas barang yang mereka tawarkan.
5. Memastikan Sumber dan Perencanaan Keuangan
Keberhasilan bisnis FnB tidak lepas dari perencanaan keuangan yang solid. Cari sumber pembiayaan yang tepat supaya bisnis bisa terus jalan lancar. Dengan anggaran yang jelas, Anda bisa lebih bijak mengelola modal dan bertahan di pasar yang sangat kompetitif ini.
6. Membuat Strategi Pemasaran
Ingat, sebaik apapun produk yang Anda punya, jika orang tidak tahu atau belum kenal brand Anda, akan sulit untuk melakukan penjualan. Jadi, penting banget untuk punya strategi marketing yang pas dan tepat sasaran.
Bisnis FnB yang baru buka, meskipun kecil, tetap butuh promosi. Promosi itu bisa meningkatkan penjualan 10% hingga 50%. Sebaliknya, kalau promosi dipotong, penjualan bisa turun. Misalnya, setiap pengurangan 1,5% dalam biaya promosi bisa mengurangi penjualan sampai 1%.
Promosi tidak selalu harus mahal, kok! Anda bisa mulai dengan cara gratis atau buat promo khusus untuk member resto, agar pelanggan loyal dan balik lagi.
7. Manajemen Bisnis yang Tepat
Bisnis F&B bisa dibilang sukses kalau operasional, sumber daya, dan keuangan berjalan dengan baik. Makanya penting banget untuk punya sistem manajemen yang tepat untuk mengatur semua itu.
Sistem dan manajemen yang oke bisa bikin bisnis lebih efisien. Jika manajemennya buruk, revenue bisa turun sampai 30% dalam setahun. Itu kenapa tools ERP (Enterprise Resource Planning) seperti ESB Core bisa membantu bisnis kuliner lebih efisien dalam mengelola semua aspek.
8. Mengurus Perizinan dan Regulasi yang Diperlukan
Kedelapan, pastikan bisnis Anda sudah memenuhi semua peraturan dan perizinan yang berlaku. Kebersihan, kualitas produk, dan pelayanan pelanggan itu hal yang wajib diperhatikan dalam dunia bisnis F&B. Dengan mengikuti regulasi, Anda tidak hanya menjaga reputasi dan kepercayaan pelanggan, tapi juga menciptakan usaha yang lebih profesional dan terstruktur.
9. Menggunakan Teknologi Terkini
Langkah terakhir yang dapat dicoba untuk mengembangkan strategi bisnis F&B adalah dengan menggunakan teknologi terkini salah satunya yaitu AI Customer Profiling.
Dengan berbagai fitur yang dimiliki AI for Customer Profiling, Anda dapat menganalisis perilaku pelanggan melalui ekspresi wajah atau ID Customer, serta mendapatkan insight mendalam untuk strategi yang lebih personal.
Fitur heatmap juga membantu memantau pola pergerakan pelanggan, membantu menata ulang tata letak toko, dan membantu meningkatkan penjualan.
Masih bingung cara memaksimalkan bisnis Anda? Klik disini untuk konsultasikan dengan tim expert kami!
Baca Juga:
Ketahui 13 Jenis Pelanggan dalam Bisnis dan Cara Melayaninya